Skip to main content

Kunker ke Abdya, Wamentan RI Apresiasi Potensi Sumberdaya Alam Abdya

“Ini potensi yang besar, kalau kita lihat pertumbuhan ekonominya sangat baik, walaupun demikian kita tidak harus juga bersandar kepada data yang ada, tapi fakta di lapangan ini penting sekali,” tutur Harvick.

Blangpidie, Acehglobalnews – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Harvick Husnul Qolbi, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Senin (21/11/2022).

Dalam kunker tersebut, Wamentan RI turut didampingi oleh Pj Gubernur Aceh, Ahmad Marzuki.

Dalam kunjungannya, Wamentan bersama rombongan menghadiri acara Maulid Akbar Kabupaten Abdya yang dipusatkan di halaman Masjid Agung Baitul Ghaffur, Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie.

Dilokasi Maulid Akbar, Wamentan Harvick disambut hangat oleh Pj Bupati Abdya, H Darmansah dan Forkompinda kabupaten setempat.

Peringatan Maulid Akbar kabupaten Abdya dihadiri oleh sekitar sepuluh ribu masyarakat dengan menyajikan sebanyak 104 kuah beulangong.

Pj Bupati Abdya, Darmansah dalam kata sambutannya mengaku sangat bersyukur atas kehadiran Wamentan RI ke Abdya. Ia menyebut kehadiran Wamentan menjadi penyemangat bagi masyarakat petani di Abdya.

“Selamat datang pak Wakil Menteri ke bumi Breuh Sigupai, semoga kehadiran bapak menjadi penyemangat bagi kami semua,” ucap Darmansah.

Di hadapan Wamentan dan Pj Gubernur Aceh beserta para tamu yang hadir, Darmansah juga menyampaikan berbagai potensi sumberdaya alam yang bisa dikembangkan di kabupaten Abdya.

Dalam kesempatan yang sama, Wamentan RI, Harvick Husnul Qolbi, mengapresiasi potensi sumberdaya alam yang dimiliki Abdya. Menurutnya, banyak sekali anggaran di tahun 2023 – 2024 yang dapat dimanfaatkan.

“Pemaparan pak Pj Bupati tadi luar biasa sekali, masih belum tersentuh, banyak sekali anggaran-anggaran yang dapat dimanfaatkan di tahun anggaran 2023 dan 2024 menjelang pergantian kepemimpinan nasional,” ungkap Wamentan Harvick.

Ia mengatakan, Aceh kedepan tidak mungkin lagi diklaim sebagai provinsi termiskin di Sumatera, karena memiliki potensi sumber daya alam yang luas, sedangkan masyarakatnya lebih kurang enam juta jiwa.

“Ini potensi yang besar, kalau kita lihat pertumbuhan ekonominya sangat baik, walaupun demikian kita tidak harus juga bersandar kepada data yang ada, tapi fakta di lapangan ini penting sekali,” tutur Harvick.

Berdasarkan fakta yang ada tersebut, Wamentan yakin bahwa kepala daerah di Aceh, baik yang masih bertugas atau Penjabat (Pj) akan konsen pada isu yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Jadi saya sampaikan ni kepada masyarakat, bahwa Indonesia saat ini dalam posisi yang sangat baik sekali, inflasi kita kecil,” ujar Harvick.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis bibit jengkol dan kelapa kepada kelompok tani.

Selain itu, Wamentan juga menyaksikan penandatanganan kesepakatan antara Pemkab Abdya Dengan Pemkab Aceh Singkil terkait kerjasama bidang pangan, yaitu pemasokan beras.

Amatan Acehglobalnews di lokasi kegiatan, turut hadir Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, Pj Bupati Aceh Singkil, Marthunis, Pj Bupati Aceh Jaya, Nurdin dan perwakilan dari kabupaten kota lainnya di kawasan Barat Selatan Aceh.

Usai menghadiri kegiatan Maulid Akbar di Masjid Agung Baitul Ghaffur, Wamentan bersama rombongan berkunjung ke lokasi panen raya di Gampong Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie, Abdya. (*)



source https://www.acehglobalnews.com/daerah/kunker-ke-abdya-wamentan-ri-apresiasi-potensi-sumberdaya-alam-abdya/

Comments

Popular posts from this blog

Ini Besaran Pagu Dana Desa Tahun 2023 Per Gampong di Abdya

Blangpidie, AcehGobalNews – Alokasi Dana Desa (DD) yang akan digelontorkan pemerintah pusat untuk Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mencapai hingga Rp 113 milyar. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya senilai Rp 111 milyar. Hal tersebut berdasarkan lampiran Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 201/PMK.07/2022, tentang pengelolaan dana desa yang diperoleh AcehGlobalNews, Sabtu (24/12/2022). Pada PMK tersebut, jumlah total pagu dana desa yang akan dikucurkan pemerintah pusat ke Kabupaten Abdya pada tahun 2023 sebesar Rp 113.155.818.000. Sementara tahun 2022, hanya sebesar Rp 111.846.686.000. Jumlah pagu dana desa dalam 152 desa (gampong) di Kabupaten Abdya pada lampiran PMK tersebut bervariasi mulai dari angka terkecil Rp 600 juta hingga Rp 1 milyar lebih per gampong. Penentuan jumlah dana desa dialokasikan secara merata dan berkeadilan berdasarkan alokasi dasar, alokasi afirmasi, alokasi kinerja dan alokasi formula. Alokas...

terrarium moss color African terrarium violet growing violets

You are viewing material about african violet growing in a terrarium If you are searching about african violet growing in a terrarium | African violets, Glass vase you've visit to the right page. We have 1 Pics about african violet growing in a terrarium | African violets, Glass vase like african violet growing in a terrarium | African violets, Glass vase and also african violet growing in a terrarium | African violets, Glass vase. Here you go: African Violet Growing In A Terrarium | African Violets, Glass Vase www.pinterest.com From the image source www.pinterest.com, you can see the beauty of the picture.African terrarium violet growing violets. African violet growing in a terrarium.Have you become tired of your desktop wallpaper or the wallpaper on your mobile device? Because we spend so much time on our computers and android devices, it's wonderful to have a variety of attractive backgrounds to look at. We've compiled a list of websites ...

Kemenko Polhukam Inisiasi Pertemuan Pemerintah Aceh dan Sumut Finalkan Status Empat Pulau

DENPASAR, AcehGlobalNews — Pemerintah Aceh Bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menghadiri Forum Koordinasi dan Konsultasi dalam Rangka Pembahasan Permasalahan Status Kepemilikan Empat Pulau (Pulau Mangkir Gadang/Besar, Pulau Mangkir Ketek/Kecil, Pulau Lipan dan Pulau Panjang) di Perbatasan Kabupaten Aceh Singkil (Provinsi Aceh) dengan Kabupaten Tapanuli Tengah (Provinsi Sumatera Utara). Forum ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan sebagai tindak lanjut dari beberapa surat yang dilayangkan oleh Gubernur Aceh, yang meminta untuk dilakukannya fasilitasi penyelesaian sengketa 4 pulau dan garis batas laut antara Provinsi Aceh dengan Provinsi Sumatera Utara. Hadir dalam acara tersebut Tim Pusat yang terdiri dari Kemenko Marves, ATR/BPN, Pushidrosal dan BIG. Sedangkan dari Tim Aceh dihadiri Asisten 1 Sekda Aceh, Karo Pemotda, Karo Hukum, Ka DKP, Katopdam IM & Kabid survey BPN Aceh serta Asisten 1 Sekda Aceh Singkil. Dan Tim Sumut dihadiri ...