Skip to main content

Poktan Napasilak Adakan Kenduri Sebelum Turun ke Sawah

Subulussalam, AcehGlobalnews.com — Kelompok Tani (Poktan) Napasilak, melaksanakan kegiatan kenduri sawah, Sabtu (4/9/2022). Kenduri sawah itu sebagai bentuk wujud syukur para petani atas usainya panen raya padi, yang juga akan kembali memulai masuknya masa tanam.

Kenduri sawah itu juga sekaligus sebagai ajang bersilaturahmi para petani dengan Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Kampong (BPK), Pendamping Desa, dan Petugas Penyuluhan Pertanian (PPL) yang turut menghadiri kegiatan tersebut.

Selain menggelar doa bersama, para petani juga berkesempatan menyampaikan aspirasi terkait pemberdayaan petani sawah Napasilak ke depan.

Acara itu pun berlangsung di sebuah saung yang bertempat di tengah areal persawahan yang pembangunannya bersumber dari APBDes Penanggalan Barat tahun 2022.

Lokasi areal persawahan itu terletak di Dusun Silak, Desa Penanggalan Barat, Kecamatan Penanggalan.

Ketua Kelompok Tani Napasilak, Syahbudiono dalam paparannya mengatakan, hasil produksi padi sawah di Napasilak masih terbilang jauh dari harapan.

“Sebagaimana berdasarkan hasil survey atau penghitungan yang dilakukan oleh tim PPL dari dinas masih berkisar 5,3 ton saja. Artinya belum maksimal dari yang sepatutnya adalah delapan sampai 10 ton per hektar,” sebut Budiono.

Kondisi itu, menurut Budiono disebabkan minimnya infrastruktur irigasi di areal persawahan. Selain itu juga rendahnya ketersedian pupuk dan pestisida.

Dikatakan pula, gangguan hama juga menjadi salah satu faktor hambatan rendahnya produksi. Namun, menurut Budiono, perjalanan kelompok tani yang dibentuknya itu mengalami perkembangan, yang mana beberapa peralatan pertanian sudah dimiliki.

Termasuk adanya pembangunan embung di sekitar areal persawahan yang peruntukannya dapat difungsikan untuk kegiatan pertanian, khususnya padi sawah.

Di samping itu, dirinya juga berharap agar pembangunan jalan menuju areal persawahan dapat ditingkat terus oleh pemerintah daerah, guna memudahkan para petani untuk mengangkut padi dan hasil-hasil pertanian lainnya.

“Alhamdulillah, kondisi jalan kita kemarin sudah rusak, namun, berkat adanya prioritas program dari ibu Kepala Kampong Penanggalan Barat, sehingga jalan tersebut sudah diperbaiki. Namun, di kesempatan ini juga kami tetap berharap kepada Bapak Camat Penanggalan agar nantinya menyampaikan aspirasi kami ini kepada Bapak Wali Kota untuk menganggarkan pembangunan jalan menuju ke sawah ini,” ungkap Budiono.

Masih menurut Budiono, selain dirinya sebagai Ketua Kelompok Tani Napasilak, di sisi lain ia juga sebagai Ketua BPK Penanggalan Barat memiliki perencanaan terkait bagaimana mengeksplorasikan persawahan Napasilak menjadi kawasan agrowisata.

“Ini juga menjadi harapan kami bersama pemerintah desa, untuk menjadikan kawasan sawah ini sebagai kawasan wisata,” kata sosok pemuda yang dikenal juga seorang wasit sepak bola PSSI di Kota Subulussalam.

Lebih lanjut, Pj. Kepala Kampong Penanggalan Barat, Nurmini Angkat dalam sambutannya mengatakan bahwa apa yang dipaparkan Ketua Kelompok Tani Napasilak benar adanya.

Menurutnya, terkait kepariwisataan merupakan perencanaan yang strategis terhadap pemberdayaan petani, warga dan pemerintah.

Dikatakannya karena letak geografis areal persawahan Napasilak itu cukup strategis. Karena letak areal persawahan itu sendiri berada di pinggir bantaran sungai Lae Kombih.

“Areal persawahan ini sangat strategis. Bisa dibilang mungkin areal persawahan yang dekat dari pusat kota ya cuma persawahan Napasilak ini saja. Untuk itu mari kita bangun optimisme kita. Bahwa apa yang menjadi harapan kita bersama dapat terwujud di masa yang akan datang,” ungkap Nurmini.[]



source https://www.acehglobalnews.com/daerah/poktan-napasilak-adakan-kenduri-sebelum-turun-ke-sawah/

Comments

Popular posts from this blog

Ini Besaran Pagu Dana Desa Tahun 2023 Per Gampong di Abdya

Blangpidie, AcehGobalNews – Alokasi Dana Desa (DD) yang akan digelontorkan pemerintah pusat untuk Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mencapai hingga Rp 113 milyar. Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya senilai Rp 111 milyar. Hal tersebut berdasarkan lampiran Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 201/PMK.07/2022, tentang pengelolaan dana desa yang diperoleh AcehGlobalNews, Sabtu (24/12/2022). Pada PMK tersebut, jumlah total pagu dana desa yang akan dikucurkan pemerintah pusat ke Kabupaten Abdya pada tahun 2023 sebesar Rp 113.155.818.000. Sementara tahun 2022, hanya sebesar Rp 111.846.686.000. Jumlah pagu dana desa dalam 152 desa (gampong) di Kabupaten Abdya pada lampiran PMK tersebut bervariasi mulai dari angka terkecil Rp 600 juta hingga Rp 1 milyar lebih per gampong. Penentuan jumlah dana desa dialokasikan secara merata dan berkeadilan berdasarkan alokasi dasar, alokasi afirmasi, alokasi kinerja dan alokasi formula. Alokas...

terrarium moss color African terrarium violet growing violets

You are viewing material about african violet growing in a terrarium If you are searching about african violet growing in a terrarium | African violets, Glass vase you've visit to the right page. We have 1 Pics about african violet growing in a terrarium | African violets, Glass vase like african violet growing in a terrarium | African violets, Glass vase and also african violet growing in a terrarium | African violets, Glass vase. Here you go: African Violet Growing In A Terrarium | African Violets, Glass Vase www.pinterest.com From the image source www.pinterest.com, you can see the beauty of the picture.African terrarium violet growing violets. African violet growing in a terrarium.Have you become tired of your desktop wallpaper or the wallpaper on your mobile device? Because we spend so much time on our computers and android devices, it's wonderful to have a variety of attractive backgrounds to look at. We've compiled a list of websites ...

Kemenko Polhukam Inisiasi Pertemuan Pemerintah Aceh dan Sumut Finalkan Status Empat Pulau

DENPASAR, AcehGlobalNews — Pemerintah Aceh Bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menghadiri Forum Koordinasi dan Konsultasi dalam Rangka Pembahasan Permasalahan Status Kepemilikan Empat Pulau (Pulau Mangkir Gadang/Besar, Pulau Mangkir Ketek/Kecil, Pulau Lipan dan Pulau Panjang) di Perbatasan Kabupaten Aceh Singkil (Provinsi Aceh) dengan Kabupaten Tapanuli Tengah (Provinsi Sumatera Utara). Forum ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan sebagai tindak lanjut dari beberapa surat yang dilayangkan oleh Gubernur Aceh, yang meminta untuk dilakukannya fasilitasi penyelesaian sengketa 4 pulau dan garis batas laut antara Provinsi Aceh dengan Provinsi Sumatera Utara. Hadir dalam acara tersebut Tim Pusat yang terdiri dari Kemenko Marves, ATR/BPN, Pushidrosal dan BIG. Sedangkan dari Tim Aceh dihadiri Asisten 1 Sekda Aceh, Karo Pemotda, Karo Hukum, Ka DKP, Katopdam IM & Kabid survey BPN Aceh serta Asisten 1 Sekda Aceh Singkil. Dan Tim Sumut dihadiri ...